Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

June 25, 2021

BUKAN REVIEW FILM: INFINITE (2021)

INFINITE (2021)
----
Nonton film ini gara-gara yang main Mark Wahlberg. Saya suka Mark sejak dia main di film 'The Italian Job'. Kabarnya, film Infinite ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai bulan September 2021. Di jaman era 4.0 sekarang, rasanya tak perlu dibahas bagaimana versi beningnya telah bisa dinikmati saat ini.
Ada 3 kejutan yang membuat saya senang menonton film Infinite ini. 

✔️Pertama; Infinite ini bercerita tentang reinkarnasi, tema yang biasanya saya temui di film India —lengkap dengan lagu, tarian, dan segala kelebayannya. Dan bisa dipastikan, reinkarnasi ala film Hollywood jauh lebih keren.

✔️Kedua, adegan kejar-kejaran mobilnya lebih keren dan masuk akal dibandingkan dengan F9 yang bertema balapan itu. Saya penggemar Fast Farious, tapi saya gak suka F9 —apalagi F4 yg dari Taiwan itu. 🤫 Abaikan yang F4!

✔️Ketiga, Ada Jakarta, Indonesia, dan bahasa Indonesia di film Infinite. Meski tak lebih dari 5 menit, jiwa primodial saya cukup terhibur. 

Ceritanya sendiri mirip-mirip film Highlander. Bedanya, Infinite tentang manusia yang punya kelebihan bisa reinkarnasi secara terus menerus setelah kematiannya. Mereka ini disebut Infinite. Konon, ada 500 orang yang memiliki kelebihan ini. Mereka terpecah menjadi 2 golongan/kelompok;

✅Kelompok Believe; mereka menganggap kelebihan ini sebagai anugerah dari Tuhan, sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk membuat dunia menjadi semakin lebih baik.

✅Kelompok Nihilis; mereka menganggap kelebihannya ini sebagai kutukan dari Tuhan untuk menyaksikan kehancuran-kehancuran dunia hingga kiamat nanti. Oleh karena itu kelompok Nihilis ini ingin menghentikan proses reinkarnasi. Mereka capek berulang-ulang menjalani hidup yang sama di tubuh yang berbeda.

Sepanjang 1 jam 46 menit kita akan menyaksikan perseteruan 2 kubu ini. Seru!

#bukanreview #film #infinite

April 24, 2014

HIGHWAY (2014)

Alia Bhatt, siapa dia- saya tidak tahu. Atas rekomendasi seorang teman ngobrol di Group Whatsapp, saya direkomendasikan film ini. Cantik memang, sekilas mirip Shiren Sungkar - mirip loh yah, dan sekilas.

Highway, ngapain juga jalan tol dijadikan judul film? Begitu awalnya pikiran saya. Setelah lihat rating IMDB, film ini ratingnya lumayan tinggi; 7.8/10. Rilis resmi pada tanggal 21 Februari 2014, Highway langsung memikat banyak penonton.

Jalan ceritanya seperti yang saya kutip dari wikipedia, seperti ini :

Cerita dimulai pada malam pernikahan Veera Tripathi ( Alia Bhatt ) , putri seorang konglomerat kaya  di Delhi. Malam hari sebelum keesokannya dia harus menikah, dia mengajak tunangannya untuk jalan-jalan menikmati detik-detik akhir masa lajangnya. Tak dinyana, sebuah perampokan terjadi di depan mereka. Dan perampok itu menyandera Veera untuk meloloskan diri.

Perampok yang menculik panik ketika mereka mengetahui bahwa ayahn dari gadis yang diculiknya adalah  pengusaha yang memiliki link dalam pemerintahan . Namun, Mahabir Bhati ( Randeep Hooda ), salah satu dari penculiknya, tetap bersikeras melanjutkan penculikan tersebut. Merekapun terus pindah dari kota ke kota yang berbeda , untuk menghindari polisi .

Berhari-hari kemudian, Veera menemukan kedamaian ketika masa-masa penculikan terjadi. Veera mengaku pada Mahabir tentang rumahnya di mana pamannya menganiayanya, sebuah fakta yang ditutup-tutupi oleh ibu dan keluarganya. Veera lebih memilih untuk mencintai perjalanannya dan tidak ingin kembali ke kehidupannya di kota .

Mahabir terpaksa merawat Veera dan kemarahannya berangsur-angsur memudar, ia memutuskan untuk terus pergi bersama Veera. hingga akhirnya mereka berdua menemukan rumah idaman di sebuah puncak bukit .

Bagaimana selanjutnya? Silahkan tonton sendiri saja.

Banyak plot yang menurut saya dipaksakan. Ketegangan seorang korban penculikan yang dibangun sejak awal, tiba-tiba dia merasa enjoy, berubah begitu cepatnya dia tertawa dan akrab dengan sang penculik. Padahal, secara berkala telah sang penculik mengancam untuk menjual korban ke rumah bordil. (Inilah film, Bung. Semua bisa terjadi)

Yang menarik dari kisah Highway adalah; akting Alia Bhatt dan Randip Hooda yang begitu alami, se-alami landscape India utara yang dikemas begitu cantik oleh Sinamatografi Anil Mehta. Anda akan dibawa menjelajahi keindahan India Utara, melintasi 5 negara bagian - dari kumuhnya kota kecil hingga alam pedesaan, bukit, sungai, jembatan, hutan, langit, matahari terbit dan terbenam - sangat memanjakan mata penonton. Seolah sebuah rangkaian Wallpaper Landscape yang hidup di layar film. Terasa sepi dan monoton memang, karena anda disuguhi suara alam dan adegan yang mungkin miskin dialog. Tetapi, inilah jualan film Highway. Hingga akhirnya, anda akan menyadari bahwa ada sesuatu yang ingin disampaikan penulis.

Kisah korban penculikan yang jatuh cinta pada penculiknya bukanlah hal baru dalam dunia perfilman. Perjalanan panjang yang indah, antara penculik dan korban yang sama-sama memiliki luka masalalu, berubah untuk saling mengobati satu sama lain. Melalui perjalanan panjang, hingga akhirnya penulis ingin menyampaikan sesuatu untuk anda.











November 29, 2012

Tai Chi Zero

Awalnya gak nyangka kalo film "Tai chi Zero" ini bagus. Berhubung lama gak download film di blog sebelah, sementara internet lagi dapet koneksi dewa, iseng aku download film Tai Chi Zero ini. Kupikir kayak film kungfu biasa, taunya? Wih... mantab man..

Setelah liat-liat credit titlenya.. baru nyadar kalo orang-orang yang berada di balik film ini adalah para suhu film kungfu mandarin, Siapa yang tak kenal Sammo Hung dan Jet Li? Tapi mereka gak main di film ini. Seperti yang aku bilang tadi, mereka menjadi tokoh di balik layar. Pakde Sammo Hung bertindak sebagai penata laga, sementara Masbro Jet Li jadi Excetive Producer nya..

Kalo pemain utamanya pendatang baru, namanya Yuan Xiaochao. Gak tau deh sejarahnya bagaimana hingga si Yuan ini jadi pemain di film ini. Pemain yang lainnya ada Angelababy, Tony Leung Ka Fai, Daniel Wu, dan ada penampakan si seksi Shu Qi.

Ceritanya sendiri relatif standar kayak film-film kungfu biasa. Yang bikin hati berteriak WOW adalah kemasan film ini. Adegan-adegan dalam film Tai Chi Zero ini disajikan dengan gaya Komik. Atau kalau agan-agan sekalian suka mainin game fighting kayak Street Fighter, atau Mortal Kombat, di film ini kayak gitu... eye cathing banget. Sayangnya film yang ku download ini bukan versi 3D, pasti keren banget kalo nonton yang versi 3D. Film legenda ular putihnya Masbro Jet Li gak ada apa-apanya kalo dibandingkan dengan film Tai Chi Zero ini.

Hebatnya lagi, Tai Chi Zero menjadi Box Office di Amrik sono saat pemutaran di minggu pertama. Menurut data IMDB, pendapatan minggu pertama sebesar $85.000. Di negaranya sendiri, minggu pertama saat ditayangkan (27 September 2012) mendapat RMB60 juta (setara $9,6 juta). Ini menandakan bahwa film ini benar-benar layak ditonton.

Tai Chi Zero sendiri merupakan film pertama dari Trilogi yang direncanakan, yaitu :
  1. Tai Chi Zero 
  2. Tai Chi Hero 
  3. Tai Chi Summit
Dan mengingat sukses film yang pertama, film kedua dari Trilogi Tai Chi ini, yaitu Tai Chi Hero di realease pada tanggal 25 Oktober 2012.

Ah, jadi gak sabar pengen segera nonton. Semoga pihak importir film bakal memasukkan film ini ke Indonesia. lihat posternya aja dulu..

Tai Chi Zero


Tai Chi Hero

Bagikan/Simpan/Bookmarks

October 18, 2012

TAKEN - Sekuel

Uhuy... hadir lagi setelah sekian lama gak corat-coret di blog ini. Sibuk sih, nggak.. cuma lagi males dan kehilangan mood untuk menulis... Doopingnya ilang sih..! Hiks..

Sudah pada nonton film Taken 2 yang dibintangi Liam Neeson?? Aku suka film action, tapi gak begitu suka dengan Liam Neeson. Meski beberapa filmnya sudah pernah ku tonton seperti The A-Team, Clash Of The Titans, dan Wrath Of The Titans. Makanya ketika tayang di 21 terdekat sejak 5 Oktober 2012 kemarin, gak begitu tertarik buat menontonnya.

Tapi, ketika Ngaskus, kesasar ke threadnya Film Taken 2 ini. Ternyata banyak yang komentar tentang bagusnya film Taken yang pertama. Akhirnya hunting film yang pertama dulu, untuk selanjutnya menonton yang ke 2.

Kisah Taken yang pertama bercerita tentang Bryan Mills (Liam Neeson) yang sudah pensiun dari CIA dan berusaha menjalin hubungan dengan Putrinya Kim (Maggie Grace) yang berusia 17 tahun. Tapi sayang usaha Bryan selalu dihalangi oleh Laney (Famke Jansen) mantan istrinya yang kini telah bersuami seorang konglomerat.

Mendadak, Kim berniat ingin pergi ke Perancis selama liburan. Berhubung dia belum berumur 18 tahun, Kim memerlukan izin dari Ayah kandungnya. Awalnya, Mills gak setuju mengingat bahwa dunia luar yang dia ketahui tak seindah yang dibayangkan. Dengan paksaan Laney, akhirnya Mills menyetujui dengan berbagai syarat.

Benar saja, apa yang dikhawatirkan Mills terjadi. Belum sempat Kim dan Amanda temannya menikmati Perancis, mereka diculik oleh Sindikat perdagangan wanita. Lika-liku Mills dalam usahanya mendapatkan putrinya kembali ini yang menarik. Keahlian sebagai mantan CIA dimanfaat sepenuhnya oleh Mills.


Dari sisi cerita, terasa biasa. Seperti layaknya film detektif, pencarian informasi yang terpotong-potong, lalu mengkaitkannya untuk menjadi informasi utuh yang bisa menjadi petunjuk untuk memecahkan kasus. Liam Neeson berhasil menghidupkan tokoh pensiunan CIA yang berpengalaman. Daya ingat tajam, tenang, detil, dan tanpa kompromi. Sinematografi untuk penggambaran keahlian Mills cukup bagus dan memorable.
Setelah tahu daya tarik yang ditawarkan TAKEN yang pertama, tentu jadi penasaran ingin tahu lanjutannya...
Kisah yang kedua terjadi setelah 3 tahun kisah Taken pertama. Saat Kim telah berusia 21 Tahun, saat itu Kim sudah memiliki pacar, dan dia sedang kursus mengemudi untuk mendapatkan SIM. Hubungan Mills dengan Kim semakin membaik, tapi tidak dengan Laney dan suaminya. Mereka berencana akan bercerai. Hal ini membuat Laney semakin dekat dengan Bryan Mills.

Saat Mills menjalani tugas sebagai bodyguard di Turki, Laney dan Kim menyusulnya kesana. Tak dinyana, orang tua Marko (penculik di film TAKEN pertama) bermaksud untuk balas dendam. Aksi penculikanpun terjadi. Kali ini targetnya adalah Mills. Melalui cara yang cukup susah, akhirnya para penjahat tersebut berhasil menculik Mills dan Laney. Sementara Kim berhasil meloloskan diri.

Keunikan sekuel TAKEN 2 ini ada pada cara Mills menularkan keahliannya kepada Kim. Dengan berbekal pengalaman, daya ingat, dan ketenangan Mills, Kim mau tidak mau harus berjuang menyelamatkan kedua orang tuanya.
Dari sisi aksi, sekuel kedua ini lebih seru dari yang pertama. Dari sisi cerita, kehadiran Laney seolah dipaksakan dengan sedikit konflik rumah tangga yang dibangun pada awal cerita. Memang sih, ini film action bukan film drama. Tapi kok ya mengganjal gitu.

Adegan yang memorable dari Taken 2 adalah ketika Kim berusaha mencari lokasi Mills dan Laney disekap. Bagaimana Kim menghitung koordinat peta, bagaimana cara Mills membandingkan satuan waktu dan jarak... bagiku ini cukup sederhana, tapi keren. Sederhana karena ilmu jarak dan waktu telah diajarkan sejak kita SD. Penggambaran dalam adegan ini cukup menjelaskan bagaimana korelasi jarak dan waktu sebenarnya. Gak pernah terpikirkan sebelumnya oleh sineas lain, apalagi sineas negeri kita.

Di sekuel kedua ini, Maggie Grace dan Famke Jensen mendapat porsi lebih banyak dibanding dengan Taken pertama. Wajah cantik Maggie Grace tentu tidak asing bagi penggemar film aksi. Baru saja dia terlihat di film Lock Out menjadi anak presiden, atau jadi vampir cantik dalam Twilight : Breaking Dawn.

Penasaran ? Nih pict-nya ...


Bagikan/Simpan/Bookmarks


 

July 17, 2012

Mimpi Nonton Film Berbahasa Daerah

Sudah lama tidak mereview film. Bukan berarti gak pernah nonton film… hanya saja lama gak menemukan film yang sesuai selera dan bermanfaat bagi yang menontonnya. Hasil review ini tentu saja sangat subjektif.. jadi, jika kawan-kawan tidak sependapat dengan pendapat saya, hal itu sah-sah saja, dijamin anda tidak melanggar hukum, dan tentu saja saya sangat menunggu komentarnya.

Beberapa hari yang lalu baru mendapat kesempatan menonton film Semesta Mendukung hasil download di blog sebelah.. (hihihi.. ketahuan deh kalo suka nonton yang gratisan..). Awalnya sih gak tau kalo film ini bercerita tentang semangat meraih mimpi ala laskar pelangi dengan setting pulau Madura. Tetapi, ketika melihat traillernya di youtube, baru ngeh kalo film ini menceritakan tentang semangat juang seorang pelajar SMP dari Sumenep Madura.. iya, betul Madura… tempat saya lahir dan dibesarkan. Apalagi aktris utamanya Revalina S. Temat.. sudah lama saya ngefans banget sama artis ini.

Sudah banyak Blog yang mereview film ini, salah satunya disini. Rata-rata mereka mengulas kekecewaan terhadap penyutradaraan yang serba datar dan tanggung, cenderung membosankan, atau kurang sesuai harapan dan ekspektasi pereviewnya. Pendapat mereka sah-sah saja, namanya juga review subjektif.

Dan saya juga sepakat dengan mereka yang menilai bahwa penyutradaraan dan akting pemainnya terlalu datar (bahkan kaku). Dialog-dialog dalam bahasa Indonesia ala Madura terkesan dipaksakan. Saya sangat merasakan kekakuan dialek nya. Ketika mendengar Indro Warkop, Revalina, Lukman Sardi dan lainnya akan sangat berbeda ketika kita mendengar Sujiwo Tedjo (yang turunan madura) atau Mahfud MD saat mereka berbicara dalam bahasa Indonesia.

Dulu, saya sering membayangkan nonton Film Indonesia berbahasa daerah dengan subtitle bahasa Indonesia, mengingat beragamnya bahasa daerah di negara ini. Hingga saat ini, belum ada film Indonesia yang full berbahasa daerah, kalaupun ada hanya sebatas tempelan/sekedar ada untuk latar belakang cerita. Saya baru menemukan film seperti itu hanya di JTV. Di stasiun tivi ini, bahkan film baratpun di dubbing bahasa Jawa Suroboyoan. Lucu juga saat menontonnya…

Jika alasan bisnis, saya kira analisa investasinya cukup feseable dan realistis jika perusahaan perfilman memproduksi film berbahasa daerah. Sebagai contoh, saya ambil etnis Madura. Dengan asumsi biaya produksi 10 M, dan asumsi jumlah penduduk Madura dan keturunan Madura di Indonesia adalah 10% dari jumlah penduduk di Indonesia, kira-kira 20 juta jiwa. Jika 30% dari penduduk Madura mau menonton film tersebut, artinya ada 6 juta penduduk potensial yang mau menonton. Bila harga tiket rata-rata Rp 10.000,- maka potensial penghasilan kotor perusahaan film bisa mencapai Rp. 60 Milyar, setara dengan 600% keuntungan dari investasi awal. Penghasilan ini belum termasuk hitungan dari etnis lain yang mungkin juga menikmati film ini. Belum lagi dari penjualan DVD/VCD nya.

Jumlah Penduduk Indonesia : 200 Juta Jiwa
Jumlah Penduduk Etnis Madura : 10% x 200 Jiwa = 20 Juta Jiwa
Jumlah Penonton Potensial : 30 % x 20 Juta Jiwa = 6 Juta Jiwa

Penghasilan : 6 Juta Jiwa @ Rp. 10.000,- = Rp. 60.000.000.000,-
Biaya Produksi : Rp. 10.000.000.000,-
Laba Kotor : Rp. 50.000.000.000,-


Tentu ide ini merupakan peluang yang sangat besar bagi industri perfilman. Selain misi mengangkat budaya agar tidak diklaim bangsa lain, misi menghasilkan keuntungan bisa di raih. Semoga ide ini bisa dibaca oleh sineas film.






Bagikan/Simpan/Bookmarks


September 10, 2011

Back To The Future

Salah satu film favoritku yang hingga saat ini sering ku tonton adalah Trilogi Back To The Future. Film ini disutradarai oleh Robert Zemeckis, dan pemeran utamanya adalah Michael J. Fox, Christopher Lloyd, Lea Thompson, dan Crispin Glover. Tanggal rilisnya pada 3 Juli 1985. Sudah 26 tahun berlalu sejak film yang dibintangi Michael J. Fox ini pertama kali diputar di bioskop. Waktu itu, Back to the Future berhasil jadi film yang meraup keuntungan terbanyak tahun 1985. Ia juga dinobatkan sebagai Film Science Fiction Terbaik di Saturn Award, dan mendapatkan penghargaan Best Effect di Academy Awards. Baru di tahun 1989, sekuel yang kedua Back To The Future II diproduksi, dan berlanjut Back To The Future III di tahun 1990.

Film ini bercerita tentang tokoh Marty dan Doc yang sebenarnya hidup di tahun 1985, namun, karena ada berbagai masalah, mereka pergi ke berbagai era: tahun 1955, 2015, 1885, dan kembali lagi ke tahun 1985. Awalnya mesin waktu yang digunakan berbentuk mobil, tapi dalam adegan terakhir di seri ketiga, Doc berhasil membuat mesin waktu berbentuk lokomotif yang bisa terbang.

Hal yang paling menarik dari film ini adalah konsep parallel universe. Di situ kira-kira diceritakan bahwa alam semesta ini punya sejumlah alternatif situasi. Jadi misalnya kita hidup di tahun 2008 ini, terus berkelana entah ke masa depan atau masa lampau, lalu kembali ke tahun 2008, bisa saja situasi tahun 2008 saat kita kembali jauh berbeda dibandingkan situasi tahun 2008 saat kita pergi.
 


Back To The Future 1 (1985)
Bercerita mengenai Marty McFly, seorang remaja Amerika dengan kondisi ayah dan ibunya tidak harmonis, yang secara tidak sengaja dikirim kembali ke tahun 1955 dengan mesin waktu bertenaga plutonium DeLorean yang diciptakan oleh Ilmuwan (Doc) yang sedikit gila. Selama perjalanannya Marty harus memastikan bahwa orang tuanya yang masih remaja harus bertemu dan jatuh cinta, kalau tidak ia tidak akan lahir di masa depan. Tetapi itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan karena ada Biff yang selalu mengganggu ayahnya. Parahnya lagi, ibunya yang masih belia malah jatuh cinta pada Marty.... 

Back To The Future 2 (1989)
Marty (Michael J. Fox) dan sang professor, Doc (Christopher Lloyd) berhasil mengembangkan mesinya dan pergi ke masa depan pada tahun 2015. Namun sekembalinya ke Hill Valley di tahun 1985 mereka menemukan bahwa segala sesuatu telah berubah...!

Rupanya saat mereka di masa depan, musuh Marty, Biff Tannen, menemukan buku sejarah olahraga yang dibeli Marty lalu digunakannya untuk meraih keuntungan besar dalam judi dan mengacaukan Hill Valley. Untuk memperbaiki semuanya, Marty dan Doc harus kembali ke masa lalu di tahun 1955.

  
Back To The Future 3 (1990)
Sekembalinya dari tahun 1955, Marty menerima surat dari Doc yang di tulis pada tahun 1885. Terpaksa, Marty kembali pada Doc yang berada di Tahun 1955 untuk memberi tahu bahwa Profesor nyeleneh ini terdampar di tahun 1885. Pada saat mencari Delorean sesuai petunjuk dalam surat Doc, Marty menemukan kuburan Doc yang meninggal pada tahun 1885, 7 hari setelah tanggal surat. Meninggalnya pun gara-gara hutang $80.

Marty kini harus terbang kembali mundur ke tahun 1885 untuk menolong sang professor, Doc Brown. Selamat dari serangan bangsa Indian dan masyarakat yang kurang ramah, hingga berurusan dengan buronan Sheriff, Marty berpetualang ala koboi. Masalah lain muncul, bagaimana Marty harus menyeret Doc yang tengah jatuh cinta, kembali ke masa depan.



Fakta menarik tentang film karya Robert Zemeckis ini, adalah:

  1. Gara-gara buku tahunan
    Ide awal film ini datang dari sang penulis naskah Bob Gale, yang menemukan buku tahunan SMA milik ayahnya. Bob lalu berpikir, bila ia bisa kembali ke masa lalu dan menemui ayahnya yang masih SMA, apakah mereka berdua akan berteman?

  2. Ditolak Disney
    Film ini awalnya ditawarkan pada Disney, tapi Disney menolak mentah-mentah. Alasannya, film ini dianggap tak pantas bagi anak-anak, karena menampilkan cerita tentang ibu Marty (di tahun 1955) yang jatuh cinta pada anaknya sendiri (Marty, yang datang dari masa depan).
  3. Ditolak Columbia juga
    Columbia Pictures juga menolak film ini, namun dengan alasan yang bertolak belakang dengan Disney. Columbia menganggap film ini kurang seksi dan kurang banyak menampilkan adegan kekerasan, sehingga tak akan terlalu menarik bagi anak muda. Maklum saja, waktu itu Columbia masih terbuai dengan kesuksesan film Fast Times at Ridgemont High dan Animal House.
  4. Mr Spock batal
    Film ini seharusnya disutradarai oleh Leonar Nimoy (pemeran Mr Spock di Star Trek). Sayangnya, saat itu Leonard sedang sibuk menggarap film lain tentang penjelajah waktu (Star Trek IV: The Voyage Home).
  5. Ganti pemeran utama
    Pemeran Marty McFly awalnya adalah seorang aktor bernama Eric Stoltz. Namun setelah syuting berjalan lima minggu, sutradara merasa kurang puas dengan penampilannya. Michael J. Fox pun dipanggil untuk menggantikan Eric. Nah, di DVD Blu-ray yang baru dirilis ini, Anda bisa melihat aksi Eric Stoltz sebagai Marty McFly, di menu Special Features.
  6. Spaceman from Pluto
    Sid Sheinberg, presiden Universal Studio saat itu, merasa judul Back to the Future terlalu membingungkan bagi penonton. Ia mengusulkan pada sang produser Steven Spielberg untuk mengganti judulnya menjadi Spaceman from Pluto. Tentu saja Spielberg menolak mentah-mentah.
  7. Kulkas penjelajah waktu
    Awalnya, mesin waktu di film ini akan digambarkan sebagai kulkas bertenaga laser. Namun karena produser takut anak-anak yang menonton akan meniru masuk ke dalam kulkas, maka digantilah mesin waktu tersebut menjadi berbentuk mobil.
  8. Ledakan atom terlalu mahal
    Mobil mesin waktu DeLorean bisa terlempar kembali ke masa depan gara-gara sambaran petir. Padahal awalnya, sutradara bukan menginginkan sambaran petir, tapi ledakan atom. Bahkan film ini pun sempat akan diberi judul The Atomic Kid. Karena ledakan atom dianggap terlalu mahal, rencana ini pun dibatalkan.
  9. Dilatih Tony Hawk
    Sebagai Marty McFly, Michael J. Fox diharuskan beradegan skateboard di dalam film. Agar ia mahir mengendalikan si papan seluncur, maka didatangkanlah Tony Hawk, juara dunia skateboard, untuk melatihnya. Namun tahun 1989, saat syuting Back to the Future Part II dimulai, Michael J.Fox sudah lupa cara bermain skateboard
  10. Remaja 30 tahun
    Syuting Back to the Future Part II dan Part III dilakukan back-to-back alias langsung dan tanpa jeda. Pasalnya, Michael J.Fox saat itu sudah berumur 30 tahun, sedangkan dia harus memerankan Marty yang umurnya masih 17 tahun. Kalau syutingnya tak buru-buru diselesaikan, bisa-bisa di Part II kita akan melihat Marty sebagai remaja berwajah boros

Berikut beberapa Wallpaper yang di rilis Play Boy dalam rangka memperingati 25 tahun Back To The Future : 








Bagikan/Simpan/Bookmarks


September 8, 2011

Stephen Chow : King Of Comedy

Siapa yang tak kenal Stephen Chow???
Shaolin Soccer dan Kungfu Hustle adalah film yang membuat namanya ngetop dan sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai Raja Komedi Asia.

Tapi, menurutku kedua film tersebut tidak ada apa-apanya dibanding dengan film-film Stephen Chow sebelumnya (kecuali untuk special effect ). Khususnya untuk film produksi tahun 1990 - 2000, film Stephen Chow selalu sukses membuatku tertawa lepas hingga perut mules, mata berair, bahkan hingga guling-guling.

Komedi situasi yang hiperbola, diramu dengan cerita yang menarik penuh imajinasi (visualisasi ala film kartun/manga), plus tampang bloon sok tidak bersalahnya adalah ciri khas Stephen Chow. Meskipun sudah diputar berulang-ulang di stasiun TV, seperti tidak ada bosannya menonton aksi konyol Stephen Chow ini.

Coba lihat saat Stephen Chow jadi agen 008 pada era Dynasti Ching dalam film Forbidden City Cop, satu-satunya pengawal Kaisar yang tidak bisa kungfu, tapi justru dialah yang berhasil menyelamatkan sang kaisar. Adegan paling lucu saat dia menunjukkan alat ciptaannya ; Ranjang bercinta, lengkap dengan porseneleng penambah kecepatan... wakakakakakakak... lucu abis, sampe guling-guling.

Dalam film Hail the Judge, Chow menjadi Hakim Bao yang super kocak dan cerdas, melawan Wu Meng Ta (paman kumis - pasangan setia Stephen Chow) yang jadi hakim korup suka ngentut saat sidang.. hahahahaha.. pokoknya lucu abis deh...

Mau tau apa saja film-film yang dibintangi Stephen Chow ? Ini dia daftar lengkapnya :

1988
Final Justice
Faithfully Yours
1989
Dragon Fight
Tragic Heroes
Thunder Cops II
The Unmatchable Match
Final Combat
1990
Love Is Love
My Hero
Lung Fung Restaurant
The Unmatchable Match
Curry and Pepper
Sleazy Dizzy
Look Out, Officer!
All for the Winner
When Fortune Smiles
Triad Story
Legend of the Dragon
1991
God of Gamblers II
The Top Bet (hanya kameo)
Fist of Fury 1991
Fight Back to School
God of Gamblers III Back to Shanghai
Magnificent Scoundrels
The Banquet
The Gods Must Be Crazy III (sebagai Narator)
Tricky Brain
1992
Fist of Fury 1991 II
The Thief of Time
All's Well, Ends Well
Fight Back to School II
Justice, My Foot
Royal Tramp
Royal Tramp II
King of Beggars
1993
Fight Back to School III
My Hero 2 (kameo)
Flirting Scholar
The Mad Monk
1994
Love on Delivery
Hail the Judge
From Beijing with Love (juga sebagai penulis dan sutradara)
1995
A Chinese Odyssey Part One: Pandora's Box
A Chinese Odyssey Part Two: Cinderella
Out of the Dark
Sixty Million Dollar Man
1996
Forbidden City Cop (juga sebagai penulis dan sutradara)
God of Cookery
1997
All's Well, Ends Well 1997
Lawyer Lawyer
1998
The Lucky Guy
1999
King of Comedy (juga sebagai penulis dan sutradara)
Gorgeous / Jacky Chan (kameo - tampil 1 menit , jadi polisi yang diseret anjing)
The Tricky Master
2001
Shaolin Soccer (juga sebagai penulis dan sutradara)
2004
Kung Fu Hustle (juga sebagai penulis dan sutradara)
2008
CJ7 (juga sebagai penulis dan sutradara)
Shaolin Girl (sebagai produser)
2009
Dragonball Evolution (produser)
2011
Kung Fu Hustle 2 (dalam proses produksi)
Journey to the West (pra-produksi)
Tai Chi - aka The Way Of  Dragon - Remake film Bruce Lee (dalam proses produksi bersama Anne Hathway dan Jack Black)







Bagikan/Simpan/Bookmarks